Menumbuhkan Generasi Baru Pertanian Banyumas
Kolaborasi pemuda, pemerintah, dan ekosistem pertanian untuk mendorong regenerasi petani muda dan membangun sistem pertanian yang berkelanjutan.
























Membangun Masa Depan Pertanian dari Akar Rumput

Muda Tani hadir sebagai platform kolaborasi public–community partnership yang digagaskan oleh APR Foundation dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Program ini hadir untuk mendorong regenerasi petani muda sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor pertanian daerah. Muda Tani menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan ekosistem pertanian dalam membangun masa depan pertanian Banyumas yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Muda Tani mempersiapkan generasi muda sebagai pelaku pertanian masa depan—bukan hanya sebagai petani di lahan, melainkan juga sebagai inovator, pengusaha agribisnis, dan penggerak strategis dalam rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Tiga Pilar Utama Muda Tani
Mudatani bergerak melalui tiga pilar strategis untuk menumbuhkan jiwa wirausaha generasi muda sekaligus membangun ketahanan pangan berkelanjutan yang selaras dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan & Visi Ketahanan Pangan Indonesia).
Agripreneurship
Membekali generasi muda dengan keterampilan agribisnis modern, teknologi smart farming, dan manajemen usaha tani yang berkelanjutan.
Food Resilience
Mewujudkan ketahanan pangan melalui praktik pertanian regeneratif yang memulihkan kesuburan tanah dan menjamin pangan sehat.
Sustainable Agriculture
Mendorong sistem budidaya ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi tepat guna demi meningkatkan produktivitas petani.
Siapa yang Akan Melanjutkan Pertanian di Masa Depan?
Pertanian adalah penopang utama kedaulatan pangan, namun menghadapi krisis regenerasi dan pemanfaatan lahan. Mengangkat temuan riil di Banyumas sebagai studi kasus, berikut 4 tantangan utama yang melatarbelakangi gerakan Muda Tani:
Krisis Regenerasi Demografi
Sebanyak 72% petani daerah telah berusia non-produktif (60+ tahun), sementara generasi muda usia produktif yang bertani hanya tersisa 24%.
Minat Generasi Muda
Generasi muda enggan bertani karena sektor agraris masih dipandang konvensional, berat, dan kurang menjanjikan stabilitas ekonomi.
Defisit Pangan Lokal
Tingginya permintaan konsumsi komoditas pangan daerah belum terimbangi oleh kapasitas produksi mandiri, memicu ketergantungan pasokan luar.
Lahan Tidur & Kualitas Tanah
Banyaknya lahan potensial yang belum terkelola optimal serta ketergantungan bahan kimia yang menurunkan kesuburan tanah jangka panjang.
Visi
Menjadi gerakan nasional regenerasi petani muda yang inovatif, berkelanjutan, dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia
Misi
Innovation & Technology
Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi modern dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di Banyumas melalui keterlibatan aktif pemuda dan komunitas.
Kolaborasi Antar Sektor
Mempererat kolaborasi antar pemuda dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pertanian dan memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan.
Pemberdayaan Ekonomi
Memberikan pelatihan, bimbingan, dan peluang ekonomi kepada petani muda untuk mendukung regenerasi petani dan menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor pertanian.
Sosok Penggerak di Balik Muda Tani

Siap Berkolaborasi Menumbuhkan Masa Depan Pertanian Banyumas?
Muda Tani membuka pintu kemitraan seluas-luasnya bagi pemerintah, korporasi, komunitas, dan generasi muda yang ingin berkontribusi nyata dalam gerakan pertanian regeneratif & ketahanan pangan.



